Ads 720 x 90

Terungkap! Ternyata Memasak itu bisa menjadi terapi untuk kesehatan loh! Ini Penjelasannya

Loading...
Loading...
Selain menulis,memasak sebenarnya bisa menjadi pengobat stres ketika semua berjalan bukan sebagaimana mestinya. Ada terapi tersendiri ketika kita bermain dengan bumbu. Seni tersendiri ketika melakukan langkah demi langkah ketika membuat sesuatu. Memasak bukan hanya sekedar mengolah bahan menjadi sesuatu yang bisa dimakan. Ada terapi dan seni ketika kita memotong,menggiling atau mengupas bahan-bahan yang akan kita olah untuk menjadi makanan.

Di kutip dari food.detik.com menurut psikolog dari Northwestern University Feinberg School of Medicine, memasak dan membuat kue merupakan kegiatan yang cocok untuk jenis terapi behavioral activation. Tujuannya untuk mengurangi depresi dengan menambah aktivitas positif, meningkatkan perilaku yang berorientasi pada tujuan serta mengurangi sifat menunda dan pasif.

Memasak sebagai terapi bisa efektif karena membutuhkan banyak kreativitas. Ketika memasak kita menggunakan sebagian besar dari badan kita . Tangan,bahu,pergelangan tangan, siku bahkan leher. Bagaimana cara kita menyeimbangkan semuanya agar berjalan sebagaimana mestinya merupakan salah satu bagian dari terapi. Bagaimana kita bisa melakukan beberapa hal sekaligus juga bisa meningkatkan keseimbangan kita dalam melakukan sesuatu.


Memasak bisa membuat kita merasa senang apalagi ketika makanan yang kita buat disukai oleh orang lain. Bagi penulis sendiri yang entah bagaimana tidak pernah bisa memasak dalam porsi yang kecil, selalu merasakan bahagia yang luar biasa ketika makanan yang dibagi benar-benar dinikmati oleh teman-teman satu kos.

Mungkin banyak yang masih bertanya bagaimana bisa memasak bisa menjadi terapi untuk diri masing-masing. Situs Idiva telah merangkumnya menjadi beberapa poin sebagai berikut :

1. Menyalurkan kemarahan

Kamu bisa melampiaskan kemarahanmu ketika kamu membuat adonan kue. Kamu bisa memukul,membanting dan menarik-narik adonan tersebut sepuas hatimu tanpa harus khawatir kamu akan menyakiti si adonan.

2. Rasa damai dan Berhasil

Menyiapkan segala sesuatu dari awal,memilih bahan,membersihkan kemudian  mengolahnya sampai menghasilkan makanan yang siap dimakan bisa memberikan perasaan damai dan berhasil serta bangga terhadap diri sendiri.Wangi bahan-bahan segar yang bisa menjadi aromatherapy. Membawa perasaan gembira didalam diri. Gabungan dari aroma aroma yang keluar bisa mengingatkan kita pada masa kecil, masa-masa tanpa beban.

3. Katarsis

Ketika kamu merasa lelah, cemas atau tegang dan rasanya ingin menangis,memasak bisa menjadi obatnya. Kamu bisa menangis didepan orang lain tanpa takut diledekin. What a better way to do it than chopping onions? Yaaap kamu bisa menangis dengan memotong bawang. Hahaa

Jadi, mari kita berkreasi di dapur serta tetap jaga produktivitas walaupun sedang puasa!!

Sumber :

http://idiva.com/news-health/why-cooking-can-be-therapeutic/15367
Loading...

Related Posts

Subscribe Our Newsletter